Senin, 10 Maret 2014

Penampakan Manusia Purba Stonehenge Berumur 5.500 Tahun: Ganteng!

Dari penampilannya, pria itu masih muda, berusia kurang dari 40 tahun, dengan cambang di wajahnya yang lumayan ganteng. Tapi, faktanya, umurnya 5.500 tahun! Raut wajahnya itu adalah hasil rekonstruksi tengkorak dari masa prasejarah yang ditemukan di situs Stonehenge di Inggris. 

Seperti dimuat situs Gizmodo, 6 Januari 2014, ia 'dihidupkan kembali' oleh pematung Swedia, Oscar Nilsson, dari sebuah kerangka berusia 5.500 tahun yang ditemukan di dekat Stonehenge, yang memicu kontroversi. 

Sejumlah pendemo dari kalangan penduduk lokal menuntut ia dimakamkan kembali. Namun, analisis forensik memungkinkan para ilmuwan menciptakan kembali model manusia prasejarah Inggris yang nampak hidup. Kerja para ahli menguak bagaimana ia hidup dan makan di masa lalu, bahkan lebih jauh lagi, menguak asal usul Stonehenge. 

Kerangka pria tersebut ditemukan di sebuah makam yang rumit di tahun 1860-an, menjadi contoh langka anatomi orang Neolitik. Saat merekonstruksi wajahnya, pematung Oscar Nilsson menggunakan informasi dari analisis tulang dan gigi. 

Dari panjang tulang, berat kerangka, dan usianya -- diduga ia berusia 25 sampai 40 tahun -- data tersebut digunakan untuk menentukan ketebalan kulit wajah dan otot. 

Nilsson menggunakan salinan vinil tengkorak, yang dibuat oleh Andrew Wilson dari University of Bradford, Inggris dan merekonstruksi otot dan daging pada wajah. Ia lalu membuat kulit dari bahan silikon, diberi pigmen, sebelum menambahkan rambut. 

Tonjolan pada tengkoraknya mengungkapkan bahwa pria itu berotot -- fakta yang tidak mengejutkan mengingat gaya hidup Neolitik . Ia memiliki fitur yang sangat maskulin, seperti dagu dan tulang rahang tegas. "Aku harus memberinya jenggot. Tidak ada pisau cukur saat itu," kata Nilsson, seperti Liputan6.com kutip dari situs sains NewScientist. 


Sementara, ahli biologi kerangka manusia, Simon Mays dari  University of Southampton belum bisa menentukan apa penyebab kematian 'manusia Stonehenge' itu. Ia berspekulasi si pria tewas akibat penyakit menular yang dengan cepat mencabut nyawanya -- sehingga tak sampai meninggalkan bekas pada tulang.  Namun, Mays menemukan dua luka pada kaki -- cedera otot dalam dan penonjolan tulang. 

Analisis gigi yang dilakukan Alistair Pike dari University of Southampton menunjukkan, ia makan banyak daging, yang kemungkinan direbus. Pemakamannya yang rumit menunjukkan, bahwa ia orang penting dalam masyarakatnya. 

Sayangnya, gigi pria itu luar biasa bersih -- yang tak seperti biasanya pada manusia purba. "Jika kami bisa menganalisis  tartarnya, kita bisa mengidentifikasi spesies yang ia makan dari protein yang terselip di giginya. Sementara bakteri bisa mengungkapkan kesehatan pencernaannya," kata Pike.

Tim peneliti tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan analisis warna kulit 'Stonehenge Man'. Kalaupun ada waktu, ini bakal sulit, karena DNA kerangkanya telah terkontaminasi. Para ahli menduga, pria tersebut memiliki warna coklat, rambut coklat gelap dan sedikit semburat coklat muda -- untuk mencerminkan kemungkinan keturunan Celtic.

Seandainya model tampan Stonehenge Man hidup, ia tak seperti datang dari masa lalu. "Dia bisa saja duduk di sebelah Anda di kereta bawah tanah , " kata Nilsson.

sumber : http://news.liputan6.com



LinkWithin